Sales Online

Jakarta

+021-40492620

Surabaya

+031-2115 6777

URC

+082145559998

ANTI PETIR

Pentingnya Penangkal Petir Rumah Tidak memandang besar atau kecil sebuah rumah atau perusahaan keamanan menjadi s...
Pengaman PeTiR Pertama sebuah ide bahwa petir merupakan suatu listrik bermula dari seorang penulis seka...
PETIR Penangkal Petir dan Anti Petir mungkin itu adalah istilah yang sudah salah kapra...
Tiang Penangkal Petir Triangle Tiang Penangkal Petir Triangle adalah jenis menara yang dirancang  ringan, lent...
Kandungan Neutron Petir adalah mahluk yang ditakdirkan sebagai materi ciptaan ALLAH yang begitu he...

You are here:

Pengaman PeTiR Pertama

sebuah ide bahwa petir merupakan suatu listrik bermula dari seorang penulis sekaligus ilmuwan bernama Benjamin Franklin. Masyarakat menganggap Benjamin Franklin adalah penemu teknologi penangkal petir. Pada tahun 1751, dia merintis sebuah ide untuk menghambat sambaran petir dengan sebuah batang runcing yang mampu menghantarkan arus listrik dengan konduktor logam di luar bangunan dan melepaskan arus petir ke bumi.

Seorang berkebangsaan perancis bernama Dalibard pertama kali mendemonstrasikan eksperimennya tentang sifat listrik badai petir. Pada tahun 1752, dia memiliki sebuah batang besi dengan tinggi 12 meter yang terisolasi dari bumi dengan botol wine dan tali sutra yang didirikan di sebuah bukit dekat paris. Ketika terjadi badai pada 12 Mei, asistennya yang bernama Coiffier mampu menggambar percikan api hingga 4 cm panjangnya dari kaki batang besi, percikan api ini adalah dari jenis yang sama seperti yang telah diproduksi melalui pelepasan elektrostatik di suatu eksperimen.

Satu tahun kemudian, ketika seorang profesor fisika di Saint Petersburg bernama Richman mencoba untuk mengulangi eksperimen Dalibard, Dia mati terbunuh oleh sebuah kilatan petir yang menyerang batang besi.

Pada tahun 1760 Franklin membangun sebuah sistem penangkal petir di Amerika, Philadhelphia, Pensylvania. Franklin berhasil membuatnya

Pentingnya Penangkal Petir Rumah

Tidak memandang besar atau kecil sebuah rumah atau perusahaan keamanan menjadi sangat penting. Yang manjadi kekuatan yang menjadi syarat berjalannya aktivitas usaha atau system adalah kelangsungan sumber energi yakni energi listrik, yang dalam faktanya listrik sekali waktu dipengaruhi alam atau cuaca terutama kita yang berada di daerah tropis seperti Indonesia yakni adanya petir yang terutama sat musih penghujan

 

Petir sendiri merupakan fenomena alam yang disatu sisi mepesona namun juga mematikan. Petir sendiri adalah merupakan peristiwa pelepasan muatan listrik di awan terutama sekali saat musih penghujan. 

Dalam hal rumah maka perangkat elektronik sebagai alat kemudahan manusia modern sudah sangat lazim ada di setiap rumah, maka menjadi sebuah kebutuhan untuk menjaga perabot elektronik rumah dari akibat sambaran petir sangatlah mendesak. Beberapa kasus perangkat Fax terbakar, accses point rusak, HP yang sedang dicharger rusak akibat sambaran petir.

Memberikan saluran penghantar dari atas bangunan ke grounding tanah bertujuan bila ada aliran Listrik yang besar dari petir yang mengenai atas bangunan maka arus petir bisa langsung mengalir dan tersalur ke ground dengan baik ini adalah sebuah cara pemasangan penangkal petir untuk rumah.

 

Pemakaian penghantar yang berupa kabel yang di gunakan adalah minimal 50 mm”  ( SNI ), jika memilih kabel dengan ukuran kurang dari 50 mm”  walau kenyataan di lapangan banyak yang menggunakannya ini tidak di sarankan .

 

Pertimbangan pemasangan penangkal petir rumah:

pertama Pekerjaan untuk  mengetahui tahanan sebaran  tanah yang sesuai standart yang berlaku sekaligus mempermudah dalam pemasangan pemasangan penangkal petir dimulai dari bawah yaitu pembuatan grounding pertanahan terlebih dahulu hal ini .

Ada berbagai bahan yang bisa digunakan sebagai grounding

BCC + pipa

As Coper

Copper Bond

 

Langkah kedua memilih jalur penurunan kabel , ada 3 hal penting dalam pemilihan jalur kabel ini.

1. =>jalur terpendek dengan pertimbangan hemat material kabel dan dengan keuntungan teknis tahanan kabel kecil,

2. =>  Usahakan agar saluran elektris tersebut  mendapatkan jalan tercepat kedalam tanah Sesedikit mungkin belokan agar tidak terjadi loncatan keluar jalur kabel (Side Flasing) atau patahan pada isolasi

3 => Seluruh sisi ujung bubungan bangunan sebaiknya diberi jalur kabel mendatar

 

PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIR

Manusia selalu mencoba untuk menjinakan keganasan alam, atau setidaknya menghindarinya, salah satunya adalah Sambaran Petir. dan metode yang pernah dikembangkan :

1. PENANGKAL PETIR KONVENSIONAL / FARADAY/FRANKLIN


Kedua ilmuan diatas Faraday dan Franklin mengetengahkan system yang hampir sama, yakni system penyalur arus listrik dengan menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding. Sedangkan system perlindungan yang dihasilkan ujung penerima / Splitzer adalah sama pada rentang 30-45. Perbedaannya adalah system yang dikembangkan oleh Faraday bahwa Kabel Penghantar terletak pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi Berupa Sangkar elektris atau biasa disebut Sangkar Faraday

2. PENANGKAL PETIR RADIO AKTIF


Penelitian terus berkembang dan dihasilkan kesimpulan bahwa petir terjadi karena ada muatan listrik diawan dihasilkan oleh proses ionisasi, maka penggagalan proses ionisasi dilakukan dengan cara memakai Zat beradiasi misl. Radiun 226 dan Ameresium 241, karena 2 bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang bisa menetralkan muatan listrik awan. Sedang manfaat lain adalah hamburan ion radiasi akan menambah muatan pada ujung Finial / Splitzer dan bila mana awan yang bermuatan besar tidak mampu di netralkan oleh zat radiasi kemudian menyambar, maka akan condong mengenai unit radiasi ini.

Keberadaan Penangkal Petir jenis ini sudah dilarang pemakaiannya, berdasrkan kesepakatan Internasional dengan pertimbangan mengurangi pemakaian zat beradiasi dimasyarakat yang disinyalir mempunyai efek negatif pada lingkungan hidup dan kesehatan.

3. PENANGKAL PETIR ELEKTROSTATIC

Prinsip kerja Penangkal Petir Elektrostatik mengadops sebagian system Penangkal Petir Radioaktif, yakni menambah pada ujung finial / Splitzer agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar.

Perbedaan dari System Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi yang dipakai. Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat beradiasi sedangkan pada Penangkal Petir Elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.

PETIR

Penangkal Petir dan Anti Petir mungkin itu adalah istilah yang sudah salah kaprah dalam bahasa kita, kesan yang ditimbulkan dua istilah ini adalah aman 100% terhadap petir. Benarkah Demikian? Kita akan bahas terlebih dahulu apa yang terjadi dalam peristiwa Petir

Petir adalah peristiwa alam yang sering terjadi dibumi, terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya awan hitam dan lidah api listrik bercahaya terang bergerak merambat terus memanjang kearah bumi bagaikan sulur akar dan kemudian diikuti suara menggelegar dan efeknya akan sangat fatal bila mengenai makhluk hidup

PROSES TERJADINYA PETIR


Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :

  1. Proses Ionisasi
  2. Proses Gesekan antar Awan

Proses Ionisasi


Proses Ionisasi Petir
Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan kejadian ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan perubahan padat (es) menjadi cair dan pada tahap pembekuan ini mencapai suhu dibawah 0 derajat yaitu antara -10 sampai -14 derajat celcius Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin berhembus, bila awan-awan terkumpul disuatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial cukup besar untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.

 

 

Gesekan Antar Awan

PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIRPada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainnya, dari proses ini terlahir electron-electron bebas bermuatan negatif yang memenuhi permukaan awan, proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris pelastik yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas.

Pada suatu saat awan ini akan terkumpul disebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-electron bebas ini saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi, kedua teori ini mungkin masuk akal meski kejadian sebenarnya masih merupakan sebuah misteri.

Sangkar Logam

Kebutuhan penangkal petir sangatlah penting baik untuk bangunan rumah sederhana sampai kepada sebuah instalasi penting sekelas stasiun luar angkasa . Ada beberapa pilihan sistem pengamanan atas sambaran petir, salah satunya adalah Sangkar Logam Faraday.

Sangkar Logam Pelindung Sambaran Petir adalah hasil penelitian ilmuwan Ingris abad 18 bernama Michael Faraday. Penelitiannya bertujuan menghasilkan lingkungan yang  terlindung dari semua fenomena elektromagnetis . Pada penelitian awal Michael faraday ingin membuktikan bahwa medan elektromagnetis bisa di tangkal laju pengaruhnya , pada perkenbangan selanjutnya teori Faraday ini dimanfaatkan sebagai penangkal petir dengan mengambil teorima Sangkar sebagai penghalang .

Read more...

Satu Keluarga Disambar Petir

 Satu Keluarga Disambar PetirLima warga, tiga di antaranya adalah satu keluarga, di Dusun I Pekon Tritunggal Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu, tersambar petir sekitar pukul 17.30 wib Senin (7/2). Satu warga dilaporkan meninggal sedangkan empat lainnya mengalami luka bakar.

Korban meninggal adalah Sudarto (58). Sedangkan istrinya Muryani (48) dan anaknya Ririn (10), turut menjadi korban dan mengalami luka-luka. Ketiganya adalah warga RT 02 RW 01 pekon setempat.

Sementara dua korban lainnya yakni Supono (40) warga RT 03 RW 01 dan Windi (10), warga sama. Saat kejadian, Supono tengah duduk di depan pintu tobong batanya dan Windi (10) sedang bermain di dalam rumahnya ketika tiba-tiba petir menyambarnya. Windi pun sempat mengalami pingsan setelah dijilat petir.

Read more...